Adapun tata langkah penguburan jenazah yang disebutkan di dalam hadits-hadits Nabi saw. adalah bersama dengan tempatkan jenazah di di dalam kubur bersama dengan posisi miring di atas segi tubuhnya sebelah kanan dan wajahnya dihadapkan ke kiblat. Ini merupakan kesepakatan para imam Empat Mazhab.  Namun jika anda membutuhkan bantuan untuk tempat pemadian jenazah yang bagus dan layak dipakai maka anda bisa kunjungi http://pemandianjenazah.net

Sehingga diharamkan tempatkan mayat bersama dengan kondisi yang tidak cocok bersama dengan ini, misalnya tempatkan kakinya di arah kiblat dan sebagainya. Adapun lubang kuburan yang benar secara syarak adalah sebuah lubang tertutup yang dapat menjaganya berasal dari masalah dan membatasi tersebarnya bau busuk jenazah.

Secara hukum asal, wujud kuburan tersedia dua, yakni lahad dan syaq. Cara membawa dampak syaq adalah menggali lubang kuburan sedalam orang yang berdiri dan mengangkat tangannya (kurang lebih 2,25 m), lalu dibuat liang di dasarnya seluas tubuh jenazah.

Dalam prosesi penguburan, jenazah dibaringkan di liang tersebut di atas segi kanan tubuhnya bersama dengan muka menghadap ke arah kiblat. Tubuh jenazah itu diberi penahan dan tangannya di tempatkan di segi tubuhnya. Lalu permukaan lubang itu ditutup bersama dengan batu bata atau batu biasa. Setelah itu lubang kuburan itu ditutup bersama dengan tanah.

Adapun langkah membawa dampak lahad adalah bersama dengan menggali lubang kuburan sedalam dua pertiga berasal dari tubuh orang yang berdiri, lalu dibuat liang seluas ukuran tubuh jenazah yang di tidak benar satu segi di dasar lubang kuburan tersebut. Lalu permukaan liang lahad itu ditutup bersama dengan batu bata atau batu biasa. Setelah itu, lubang kuburan ditimbun bersama dengan tanah.

Kedua langkah penguburan ini cuma dapat dilaksanakan di tanah yang keras. Jika tidak memungkinkan untuk menguburkan bersama dengan ke-2 langkah tersebut –seperti di wilayah Mesir dan beberapa negara lain yang memiliki tanah yang gembur— maka tidak tersedia larangan untuk melaksanakan penguburan bersama dengan cara-cara lain bersama dengan keputusan terpenuhinya beberapa syarat sebuah kuburan di dalam tuntunan syarak.

Hal ini pulalah yang mendorong penduduk Mesir untuk menguburkan jenazah mereka bersama dengan tipe kuburan Fasâqi sejak berabad-abad lalu. Kuburan Fasâqi di Mesir ini adalah semacam ruangan khusus di bawah tanah untuk tempatkan sejumlah jenazah lalu ruangan itu ditutup rapat.

Hal ini mengingat tanah negeri Mesir memiliki tingkat kegemburan yang tinggi dan banyak didapati air di bawah permukaan tanah, supaya tidak dimungkinkan mengubur jenazah bersama dengan lubang syaq ataupun lahad. Hal itu tidak dilarang secara syarak sebagaimana ditegaskan oleh para ulama fikih berasal dari kalangan ulama Syafi’iyah yang singgah belakangan (muta’akhirin).

Naahh,,, pasti anda juga akan sangat membutuhkan keranda jenazah kan?? maka segeralah kunjungi http://pemandianjenazah.net/kain-penutup-keranda-jenazah

Adapaun tata langkah menguburkan jenazah adalag sebagai berikut:

Masukkanlah mayat berasal dari arah kakinya, jikalau tidak tersedia kesulitan.

Bagi mayat perempuan, disaat menguburkannya disunahkan ditirai bersama dengan kain.

Bagi mayat perempuan yang memasukkannya ke di dalam kuburan hendaklah muhrimnya.

Letakkan mayat dilahat di dalam posisi miring ke kanan dan muka menghadap ke kiblat.

Rapatkan ke dinding kuburan supaya tidak berubah dan memberikan bantalah di bagian belakang bersama dengan gumpalan tanah supaya tidak terbalik ke belakang.

Letakan mayat di di dalam kuburan bersama dengan membaca do’a.  بسم الله وعلى ملة رسول الله (Artinya: Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah)

Lepaskan ikatan kain kafan di bagian kepala dan kaki mayat.

Setelah selesai tempatkan mayat di di dalam kuburan, lebih-lebih dahulu mayat ditutup bersama dengan kabin (kepingan-kepingan tanah, papan) barulah di timbun bersama dengan tanah.

Disunahkan sebelum akan menimbun kuburan tempatkan tiga genggam tanah terhadap bagian kepala, punggang dan kaki.

Berikut hal-hal yang dilarang dan direkomendasikan melakukannya sehabis kuburan di timbun.

Tinggikan kuburan (20 cm) berasal dari tanah sebagai isyarat bahwa itu adalah kuburan.

Boleh memberi isyarat kuburan bersama dengan batu atau sejenisnya.

Membundarkanya lebih baik daripada meratakanya.

Haram membawa dampak bagunan diatas kuburan.

Makruh duduk, berdiri dan dituran diatas kuburan dan juga haram buang air diatas kuburan.

Tidak boleh membangun masjid di atas kuburan  dan membawa dampak jendela khusus kearah kuburan.

Selesai mengubur dan sebelum akan meninggalkan tempat penguburan pelayat menyita tanah dan menaburkannya berasal dari arah kepala tiga kali, lalu berdiri di sisinya, dan membaca do’a sebagai berikut:

“Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi, wanaqqohi minal khotoya kamaayunaqqottsaubu abyadhu minadanasi, waabdilhu daaron khoiron in daarihi, waahlankhoiron min ahlihi, wazaujan khoiron minzaujihi, waqihi fitnatal qobri wa’adaabinnar”

Larangan yang mesti diperhatikan

Beberapa larangan yang mesti diperhatikan perihal bersama dengan mengubur jenazah di antaranya adalah:

1) Jangan membawa dampak bangunan di atas kubur

2) Jangan mengapuri dan menulisi di atas kubur

3) Jangan menjadikan tempat shalat di atas kubur

4) Jangan duduk di atas kubur dan jangan berlangsung di sela-sela kubur

dengan kenakan alas kaki

5) Jangan menyembelih binatang di segi kubur

6) Jangan melaksanakan perbuatan-perbuatan di sekitar kubur yang didasari oleh sisa kepercayaan-kepercayaan lama yang tidak tersedia kebenarannya di dalam Islam.